Arsip Kategori: Rumah

Menyaksikan Pembeli Mengudap Selat Solo

ISTRI saya mengelola sebuah warung makan, yang buka setiap hari antara pukul 10.00-17.00 WIB. (Tentu sudah banyak orang tahu bahwa warung itu bernama Warung Selat Mbak Lies. Sebuah warung makan yang didirikan sekitar 26 tahun silam. Warung makan yang sering muncul di tayangan televisi, hehehehe).

Tentu banyak orang tahu pula tentang jam buka warung tersebut : pukul 10.00-17.00 WIB. Tetapi, hampir setiap hari ada saja pembeli datang sebelum pukul 10.00, tatkala warung belum “resmi” buka; atau datang setelah pukul 17.00, saat warung seharusnya telah tutup.

Apa boleh buat. Namanya juga rezeki : istri saya tak pernah menolak pembeli sebelum pukul 10.00 WIB (asalkan masakan memang sudah siap) maupun sesudah pukul 17.00 WIB (asal kanmakanan memang masih ada alias belum habis).

Kalau pembeli datang setelah pukul 17.00, berarti warung sudah relatif sepi. Hanya ada beberapa pembeli, sebagaimana tampak pada foto pada bagian atas naskah ini. Tetapi, menjelang dan saat jam makan siang serta setelahnya, terutama pada Jumat, Sabtu dan Minggu, jangan tanya jumlah pembeli di warung kami !

Tak percaya? Silakan datang mencoba, kalau selama ini Anda memang belum pernah menikmati menu selat Solo di Warung Selat Mbak Lies, warung yang menyatu dengan rumah keluarga kami di Serengan II/42, Kota Solo, Jawa Tengah….

Tutup Menjelang Petang

TUTUP menjelang petang. Demikianlah yang terjadi setiap hari pada warung makan istri saya, yang berlokasi menyatu dengan rumah-tinggal kami di Kampung Serengan, Kalurahan Serengan, Kecamatan Serengan,  Solo, Jawa Tengah. Menjelang petang, setelah dibuka sejak pukul 10.00 WIB, warung pun dibersihkan para pekerja istri saya.

Warung istri saya adalah sebuah warung makan yang sibuk luar biasa saat siang hari, terutama tatkala Sabtu dan Minggu. Warung makan yang terletak dalam kampung, masuk ke gang kecil bernama Serengan Gang II No 42. Warung makan yang pembelinya kadang-kadang tak hanya dari Solo tetapi juga kota-kota lain, termasuk Jakarta.

Sudah sekitar 25 tahun istri saya mengelola warung makannya. Dua puluh lima tahun tentu bukan waktu singkat! Sekian lama, sampai kini menjadi sebuah warung makan yang sibuk luar biasa saat siang hari, terutama Sabtu dan Minggu. Sebuah warung yang setiap hari dibuka pukul 10.00 WIB, dan ditutup menjelang petang pukul 15.00 WIB

Benu Buloe Sang Popeye Palsoe…

BENU BULOE namanya (paling kanan). Dia presenter dari Trans TV untuk Program bertajuk “Benu Buloe”, yang ditayangkan setiap Sabtu pukul 10.30 WIB. Program itu, dulu, merupakan bagian dari program berita “Jelang Siang”. Bersama rombongan, pria kocak usia 29 tahun yang bernama asli Ibnu Syakhdan tersebut syuting di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies, pada 18 Desember 2009 lalu. Benu mengenakan kostum ala Popeye Si Pelaut.