Bukan demi Bike to Work


LAMA
nian saya tak pergi ke toko sepeda. Dahulu, semasa masih bersekolah di SMP, saya sering ke toko sepeda untuk membeli onderdil sepeda. Maklum, kala itu saya seneng memodifikasi sepeda. Kesenangan tersebut berhenti setelah saya duduk di kelas III SMP, dan mulai mengendarai sepeda motor trail mini, Yamaha GT-80.

Setelah sekian tahun tak mendatangi toko sepeda, akhirnya Rabu (23/5/2012) lalu saya mengantar istri ke sebuah toko sepeda di Jalan Rajiman, Solo, sebelah barat Singosaren Plasa. Bukan membeli sepeda yang akan saya, atau istri, gunakan untuk bekerja alias bike to work melainkan membeli sepeda untuk dipakai pekerja di warung makan istri saya, Warung Selat Mbak Lies.

Sebelum ini, ada sebuah sepeda yang sering dipakai pekerja di warung makan istri saya untuk berbelanja ke pasar atau keperluan menuju tempat lain berjarak tak jauh dari rumah. Karena sepeda tersebut sudah bobrok, maka istri saya memutuskan membeli yang baru.

Maka setelah sekian tahun tak mendatangi toko sepeda, akhirnya saya mengantar istri ke sebuah toko sepeda demi membeli sebuah sepeda merek Phoenix, yang populer dengan sebutan ‘sepeda keranjang’. Sepeda yang akan dipakai pekerja Warung Selat Mbak Lies untuk berbelanja ke pasar atau keperluan menuju tempat lain berjarak tak jauh dari rumah. Bukan bike to work ala orang-orang kantoran itu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s