Sepotong Cerita dari Villa Rukmini

joglo-vertikal

SUDAH lama saya ingin datang ke lokasi wisata di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Bukan untuk piknik bersama keluarga, atau rekreasi bareng kawan-kawan sekantor, misalnya, melainkan ingin mengunjungi sebuah villa milik seorang saudara seiman dari Kota Surabaya, yaitu Villa Rukmini.

Saya tahu dari pemilik villa tersebut, Jimmy Methuselah, bahwa Villa Rukmini di Desa Cembor, Pacet, ini berbentuk joglo limasan. Bangunan aslinya, dulu, dibeli, “dicabut”, dan dipindahkan dari sebuah desa di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

(Pak Jimmy menjelaskan, joglo Limasan berasal dari kata “limalasan“, yakni perhitungan sederhana ukuran “molo” tiga meter dan “blandar” lima meter. Tetapi bila molo 10 meter, maka blandar harus memakai ukuran 15 meter, yang berarti bahasa Jawa limalasan).

Villa di atas lahan seluas 2.500 meter persegi tersebut disewakan untuk umum. dengan harga sekitar Rp 1 juta per malam. Menurut Pak Jimmy orang-orang yang pernah menyewa selama ini datang dari berbagai kalangan —termasuk kalangan mahasiswa dan keluarga yang mengajak anak-anak mereka.

Saya tahu mengenai keberadaan Villa Rukmini sejak berkenalan dengan Pak Jimmy, hampir empat tahun silam. Namun baru hari Minggu (3/1/2010) lalu saya bisa mengunjungi villa tersebut bersama Pak Jimmy dan istri serta dua saudari seiman yang juga berasal dari Surabaya.

joglo-villa2

Rasa dingin langsung menyergap saat saya turun dari mobil Pak Jimmy, yang diparkir di halaman villa, Minggu (3/1) siang. Tak heran, karena Trawas memang berada di lokasi pegunungan. Setelah itu, sekitar 30 menit kemudian hujan mulai turun.

“Karena musim penghujan, sekarang ini memang hampir tiap hari hujan. Kalaupun tidak hujan, embusan angin di sini sangat kencang,” ujar Pak Jimmy menjelaskan.

Saya melihat-lihat seluruh bagian Villa Rukmini. Di luar, di belakang villa, terhampar persawahan luas. Semua terlihat serbahijau dan segar. Tak ketinggalan, di kejauhan samar-samar tampak Gunung Penanggungan di sebelah timur, dan Gunung Welirang di sebelah tenggara.

dalam-villa

Bagaimana dengan dalam villa? Sentuhan lawas tapi bersih dan rapi terasa saat kita berada dalam villa. Lawas, alias kuno, karena sebagian dinding vila —seperti terlihat pada foto di atas dan di bawah— terbuat dari kayu jati, yang merupakan bagian dari sebuah rumah joglo. Bersih dan rapi, lantaran kayu-kayu jati berwana cokelat itu terawat baik, dipadu dengan dinding tembok dan lantai keramik berwarna cokelat muda. Tak heran bahwa Pak Jimmy menyebut villanya sebagai “villa yang bernuansa beda”….

villa-dalam

Tetapi memang benar adanya. Keberadaan kayu jati-kayu jati berukir, yang merupakan bagian-bagian dari bangunan joglo, itu memang memunculkan nuansa berbeda, terutama bagi mereka yang sehari-hari tinggal di rumah full tembok, termasuk saya. Apalagi selama ini bangunan joglo jarang ditemui di Jatim, karena memang menjadi salah satu bangunan khas di Jateng, terutama Kota Solo.

kamar-villa

Empat kamar tidur dalam villa juga terlihat rapi. Menurut Pak Jimmy, villanya berdaya tampung maksimal 30 orang. Bagi para penyewa, Pak Jimmy menyediakan dua single bed pada masing-masing kamar tidur (empat kamar), ditambah 10 buah free extra bed lengkap dengan kasur, bantal dan sprei.

meja-villa400

Saya juga menengok bagian belakang villa, yang merupakan teras utama. Di sana diletakkan sebuah meja kuno besar dengan taplak kain batik. Selain itu, terdapat pula sebuah kursi panjang nan besar. Saya meminta Pak Jimmy dan istri duduk berdua di kursi tersebut untuk saya jepret.

“Kalau pas ke sini saya senang duduk atau rebahan di kursi ini. Bersantai, merasakan kesejukan cuaca dan menikmati keindahan alam sambil membaca Majalah Menara Pengawal,” ucap Pak Jimmy seraya menyebut nama majalah yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa (Yehuwa adalah nama pribadi Allah yang disembah dan dilayani para pengikut Yesus Kritus).

kusri-villa

One thought on “Sepotong Cerita dari Villa Rukmini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s