Thukul Pergi…dan Tak Kembali

sipon-oke

DIAH Sujirah lebih dikenal dengan nama Si Pon. Dialah istri Wiji Thukul, penyair asal Solo yang pergi, tepatnya hilang —diduga diculik— sejak sekitar 1998 silam, dan sampai sekarang tak pernah kembali. Di rumahnya nan sederhana, di Kampung Kalangan, Jagalan, Jebres, Solo, Sipon bersantai bersama satu dari dua anaknya, Fajar Merah.

2 thoughts on “Thukul Pergi…dan Tak Kembali

  1. andreas

    Wiji Thukul, Tonggak Diaspora Sastra Indonesia

    Bila Rahman (Pemred Horizon) mengatakan sejak tahun 2000-an sastra mengalami perluasan pembaca, maka saya ingin meletakkan itu jauh lebih dini sebelum tumbangnya Soeharto. Saya meletakkannya pada sosok bernama Wiji Thukul penyair kerakyatan (dan juga barisan seniman ‘underdog’, ‘tak bernama’ di pelosok-pelosok negeri ), yang puisinya merentang dari tahun 1987 hingga 1997 sebagai tonggak atau peletak batu penjuru demokratisasi sastra (keseniaan), diaspora sastra.

    Silah kunjung
    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/04/wiji-thukul-tonggak-diaspora-sastra.html

    Balas
  2. ulin

    Kembalikan mereka yang kau culik!
    Kembalikan sekarang, atau kau akan kuburu seperti kutukan!
    Peringatan ini tidak untuk kedua kali!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s