Beli Sepatu Baru Tatkala Tanggal Tua
Agustus 2nd, 2011 § Tinggalkan sebuah Komentar
TAK sering saya membeli sepatu. Hanya jika sang sepatu sudah kelihatan kurang layak dipakai, peyot-peyot, barulah saya membeli sepatu.
Paling sering saya membeli sepatu jenis sepatu sandal, karena saya pakai sehari-hari di kantor. Adapun sepatu formal saya pakai hanya untuk beribadat, dua kali sepekan, dan atau ke acara-acara di luar kantor, termasuk jagong manten.
Meski dipakai setiap hari, sepatu sandal saya relatif awet. Bisa saya gunakan sekitar dua tahun (mungkin karena harganya tak murah, setidaknya untuk ukuran saya, hahahaha).
Saya termasuk fanatik untuk model dan merek sepatu sandal. Sejak 12 tahun silam, saya memakai merek Pakalolo, dan setelah itu saya tak pernah ganti merek maupun model.
Maka, ketika tanggal 23 Juli 2011 lalu harus membeli sepatu sandal lagi lantaran sepatu lama sudah peyat-peyot, saya pun membeli Pakalolo lagi. Bersama istri, saya datang ke toko sepatu di kawasan Pasargede, Solo, Jawa Tengah.
Membeli? Ah, lebih tepatnya dibelikan istri. Maklum, 23 Juli merupakan tanggal tua bagi saya, yang gajian setiap tanggal 25. Saya ditraktir istri, yang tak kenal tanggal tua karena warung makannya selalu ramai pembeli….
