Andalan Solo-Surabaya

Oktober 22nd, 2010 § 2 Komentar

TADI pagi pukul 08.10 WIB saya kembali naik Sepur Sancaka dari Stasiun Solo Balapan, Jawa Tengah, menuju ke Surabaya, Jawa Timur. Empat jam kemudian, saya tiba di Stasiun Surabaya Gubeng.

Tak terhitung sudah berapa kali saya naik kereta api jurusan Yogyakarta-Surabaya ini. (Jika Anda mau menghitung, silakan :  saya naik Sancaka rata-rata setiap pekan, biasanya Kamis, sejak enam tahun silam).

Begitulah, jika Eka-Patas menjadi andalan saya setiap Rabu malam melaju ke Solo dari Surabaya, maka Sancaka merupakan andalan saya berkendara dari Solo ke Surabaya saban Jumat pagi. Saya biasa naik di kelas bisnis, yang harga tiketnya sering berobah, antara Rp 50.000 (batas bawah) sampai Rp 90.000 (batas atas). Kelas bisnis berarti hanya pakai fan, bukan AC.

Sesekali saya pilih kelas eksekutif, yang ber-AC, seperti saat naik berdua dengan istri, sehari lalu, Kamis (21/10/2010) pagi, dari Surabaya ke Solo. Setelah saya bekerja di Surabaya sejak enam tahun silam, baru kali ini istri saya  —yang sehari-hari mukim di Solo bersama anak-anak—  sempat menengok tempat kerja saya. Baru kemarin itu pula saya naik Sancaka dari Surabaya ke Solo.

§ 2 Responses to Andalan Solo-Surabaya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Andalan Solo-Surabaya at Beranda.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.