Proyek Balai Kerajaan di Surabaya (1)
Agustus 25, 2009

HARI ini, Selasa (25/8/2009), saya bangun lebih pagi daripada biasa. Kemudian, setelah mandi dan sarapan, pukul 07.45 WIB saya berangkat ke lokasi proyek pembangunan Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa, di pinggir jalan raya sebuah kawasan di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Kepergian ke lokasi (calon) tempat beribadat para pengikut Yesus Kristus dan penyembah Yehuwa —nama pribadi Allah— ini sesuai niat saya sebelumnya. Saya akan menyumbangkan tenaga di proyek tersebut, yang direncanakan selesai dibangun selama tiga bulan sejak pertengahan Agustus 2009.
Pagi itu saya bergabung dengan sekitar 40 saudara dan saudari Saksi-Saksi Yehuwa dari lima sidang —Sidang Wonokromo, Kendangsari, Rungkut, Barata Jaya, dan Tropodo. Kebanyakan di antara kami tak memiliki keahlian di bidang konstruksi; hanya mengandalkan tenaga demi ikut membangun sebuah tempat yang akan kami gunakan untuk memuji dan memuliakan Yehuwa.
Namanya juga bekerja di proyek —meski suka-rela alias tanpa bayaran— maka kami juga rela melakukan pekerjaan kasar. Antara lain, mengayak pasir, mengaduk semen, atau memindahkan ratusan batu bata dari bagian depan lokasi proyek ke bagian belakang.
Bersama sejumlah saudara dan saudari, saya usung-usung batu bata-batu batu tersebut. Mulai sekitar pukul 08.20 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Tentu saja dengan disertai beberapa kali break alias istirahat untuk minum karena kami bekerja di bawah panas terik matahari.
Tengah hari, tepat pukul 12.00 WIB, semua yang datang ke lokasi proyek itu menghentikan aktifitas. Sebagian besar membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah masing-masing, kemudian menyantap makan siang di depan gudang proyek. Setelah makan dan beristirahat seperlunya, mereka akan melanjutkan pekerjaan hingga pukul 17.00 WIB.
Adapun sebagian kecil lainnya pergi meninggalkan lokasi proyek, karena memang mengambil hanya shift kerja pagi sampai siang, lantaran punya kegiatan lain yang harus dilakukan. Termasuk saya, yang harus kembali ke kantor untuk bekerja.
Malam ini, Selasa (25/8/2009), saat saya menulis naskah untuk diposting ke blog, badan terasa pegal-pegal akibat pekerjaan berat siang tadi. Capai, tentu saja. Tetapi, rasa capai dan pegal-pegal sekujur badan ini tak seberapa jika dibanding suka-cita dan gairah saya untuk rumah Yehuwa. Karena itulah, pekan depan saya akan datang lagi ke lokasi proyek tersebut!
Agustus 26, 2009 at 7:11 pm
Membangun suatu Firdaus >>>>
>>>> Suatu jenis pekerjaan lain di bawah pemerintahan Kerajaan ialah mengubah bumi ini menjadi suatu firdaus. Dan dalam Firdaus tidak mungkin ada gubuk-gubuk atau kemiskinan. Orang-orang menginginkan rumah-rumah yang layak dan tanah untuk pohon-pohon, bunga-bunga, dan taman. Mereka rela diajar oleh Allah justru akan memperoleh hal-hal tersebut. Yesaya 65:21 dan 22 menubuatkan, ”Mereka [pasti, NW] akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka [pasti, NW] akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya. . . . orang-orang pilihanKu akan menikmati pekerjaan tangan mereka.”
Jangan meragukan apa yang akan dilaksanakan Yehuwa bersama dengan hati serta tangan yang rela dari umatNya dalam Orde Baru. Bahkan sekarang dunia pembangunan dibuat takjub dengan apa yang dicapai Saksi-Saksi Yehuwa dalam mendirikan bangunan-bangunan, seperti dengan cepat membangun Balai-Balai Kerajaan. Setelah salah satu dari Balai-Balai ini dibangun di Amerika Serikat, sebuah tajuk rencana dalam suatu surat kabar mengatakan, ’Sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada sebuah bangunan diciptakan oleh ke-2.000 sukarelawan itu. Pejabat-pejabat kotapraja hendaknya menengok dari dekat apa yang dihasilkan pada akhir pekan lalu. Semangat, dedikasi dan keinginan keras untuk mencapai suatu tujuan membuahkan hasil yang menakjubkan. Jika kelompok-kelompok setempat dapat mengendalikan sumber daya yang sama, tujuan apapun—daur ulang, pencegahan kejahatan atau pengembangan masyarakat—dapat dijangkau. Ribuan pekerja membuktikan betapa besar potensinya apabila suatu masyarakat bersatu. Kami harap Balai Kerajaan itu menjadi tempat sumber ilham bagi sidang jemaat Saksi-Saksi. Kehadirannya sudah memberikan ilham kepada kita semua.’
SKKS…..salam kasih kristen sejati …..buat sdr/sdri yg turut sibuk dalam pembangunan Balai Kerajaan….Agape….JBU all
Agustus 28, 2009 at 5:22 pm
Sdri Lydia Wahjudi : terimakasih komentar dan tanggapannya yang membangun semangat rohani.
Agustus 29, 2009 at 10:39 pm
[...] Penyebabnya adalah kegiatan saya Sabtu pagi tadi selama sekitar empat jam, mulai kira-kira pukul 08.00 WIB : bekerja suka-rela di proyek pembangunan Balai Kerajaan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Ini adalah kegiatan saya yang kedua dalam sepekan terakhir —setelah Selasa (25/8) lalu. [...]
September 1, 2009 at 6:13 pm
[...] 1, 2009 PROYEK pembangunan Balai Kerajaan —tempat beribadat Saksi-Saksi Yehuwa— di sebuah kawasan di Kota Surabaya, Jawa [...]
September 12, 2009 at 5:03 pm
[...] yang saya rasakan tatkala bersama sekitar 20 saudara-saudari seiman kembali bekerja sebagai relawan proyek pembangunan Balai Kerajaan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2009) pagi sampai siang [...]
Oktober 13, 2009 at 2:55 pm
[...] hari dalam sepekan, Selasa hingga Sabtu, Saudara Suwito menjadi relawan proyek pembangunan tempat ibadat Saksi-Saksi Yehuwa tersebut. Pria berusia 76 tahun dari Sidang Wonokromo ini [...]
Oktober 14, 2009 at 11:54 am
[...] sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (13/10/2009), mesin beton molen di lokasi proyek pembangunan Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus menderu. Mesin ini membuat adonan semen, air, pasir dan batu kerikil untuk [...]
Oktober 14, 2009 at 11:11 pm
[...] 14, 2009 KEGIATAN para relawan pembangunan Balai Kerajaan di Kota Surabaya, Jawa Timur, selalu diawali dengan berdoa bersama, sekitar pukul 08.00 WIB. Kami [...]
Oktober 23, 2009 at 4:35 pm
Bro,
Terimakasih atas pengalamannya. Kita masih ingat bagaimana bangsa Israel bangun tembok Yerusalem, di tangan kanan mereka adalah senjata. Tapi semangat mereka luar biasa. Semoga saudara2 di Surabaya bisa menikmati kasih Yehuwa kepada kita semua.
November 8, 2009 at 11:45 pm
[...] tersebut sudah berpindah lokasi tiga kali sejak proyek dimulai sekitar tiga bulan lalu. Saya membantu Saudara Darman, Saksi-Saksi Yehuwa dari Sidang Barata Jaya Surabaya, merapikan [...]
November 22, 2009 at 10:10 pm
[...] saya pertama kali ikut menjadi relawan proyek pembangunan, 25 Agustus lalu, baru kemarin turun hujan. Beberapa saat [...]
Desember 22, 2009 at 6:23 pm
[...] keramik mulai dipasang di bangunan utama pada proyek pembangunan Balai Kerajaan —tempat beribadat— Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Surabaya, Jawa Timur. Foto di atas saya [...]