james-wijaya-yes

NABI Nuh merupakan salah satu contoh  manusia setia yang tetap waspada dan berjaga-jaga, yang layak ditiru para manusia pada zaman sekarang. Karena, berkat kesetiaannya kepada Yehuwa —nama pribadi Allah— dan kewaspadaannya atas peringatan Yehuwa, keluarga Nuh bisa selamat ketika air bah merendam bumi.

Kisah Nuh dan keluarga, seperti dicatat dalam Alkitab, diingatkan kembali oleh Saudara James Wijaya saat Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) “Tetaplah Berjaga-jaga!” hari pertama, Jumat (3/7/2009). Kebaktian di Supermall Surabaya Convention Center (SSCC), Pakuwon Trade Center (PTC), Surabaya, ini berlangsung tiga hari, hingga Minggu (5/7) sore.

Pada kebaktian hari pertama hadir 2.521 orang Saksi dan non-Saksi, termasuk 25 orang tuna rungu yang mengikuti ibadat dengan bahasa isyarat. Hari kedua, Sabtu (4/7), jumlah hadirin tercatat 2.21 orang; dan puncak hadirin terjadi pada Minggu (5/7), sebanyak 3.005 hadirin.

Saudara James Wijaya menjelaskan, pada zaman Alkitab, akibat kefasikan dan kejahatan yang memenuhi bumi, muncul “dekrit Ilahi” bahwa bumi akan dihancurkan. Kala itu, Nuh —figur yang adil-benar— memperoleh perkenan Allah, dan diminta membuat bahtera raksasa agar bisa selamat jika Allah mendatangkan bencana bah ke seluruh bumi.

“Karena beriman, Nuh merespons ‘dekrit Ilahi’ itu, dan berusaha membuat misi penyelamatan sesuai instruksi Yehuwa. Meski air bah akhirnya baru muncul sekitar 40 tahun kemudian, namun selama itu kewaspadaannya tetap tak tersimpangkan. Karena itulah dia dan keluarganya selamat,” tegas Saudara James Wijaya seraya mengutip ayat-ayat Alkitab.

Selain Saudara James Wijaya, kebaktian hari pertama menampilkan pula sejumlah pengkhotbah lain, termasuk Saudara Suryadi, yang juga ketua Kebaktian Distrik Surabaya SSY. Saudara Suryadi tampil paling awal dengan khotbah berjudul Mengapa Kita Harus ‘Tetap Berjaga-jaga’?

Menurutnya, perintah agar manusia terus berjaga-jaga secara rohani disampaikan oleh Yesus Kristus seperti dicatat dalam Alkitab. Misalnya, dalam Markus 13:37, dan Matius 24:42 serta Matius 25 :13. Saudara Suryadi melengkapi khotbahnya dengan ilustrasi tentang warga bernama Pak Saleh, yang kecurian banyak uang dan perhiasan karena tertidur alias tidak berjaga-jaga.

“Pak Saleh menyimpan hartanya di bawah kasur, di dalam kamar tidur. Tetapi ternyata pencuri tetap tahu di mana persembunyian harta itu, dan ketika Pak Saleh sekeluarga tidur nyenyak hartanya diambil pencuri. Ini contoh bahwa orang yang tertidur tidak dapat menjaga hartanya,” tandas Saudara Suryadi.

© Foto : Tarmuji Talmacsi (Koran Seputar Indonesia)

One Response to “Kebaktian Distrik Surabaya. Tirulah Nabi Nuh”


  1. [...] Saudara Sugianto Ismail, dan Saudara Wulur. Sebagaimana diketahui, kebaktian itu dilaksanakan selama tiga hari, Jumat (3/7/2009) sampai Minggu (5/7/2009), di Supermall Surabaya Convention Center (SSCC), Pakuwon [...]


Leave a Reply